Saturday, 10 October 2009

Studi di UK ? Kenapa ?


Studi di Wales ??? Ada Apa Gerangan?

Halo semuanya! Apa kabar ? Saya harap saudara sekalian dalam keadaan sehat walafiat tanpa ada kekurangan sesedikit apapun. Maaf apabila saya terlalu berlebihan. =) Sebelumnya saya mengucapkan syukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan YME atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menuangkan 'perjalanan pendidikan' saya dari sekolah menengah atas, petualangan saya di Belanda dan akhirnya berlabuh di Wales, UK.

Saya adalah seorang siswa yang pada bulan Juni tahun 2008 lalu resmi lulus dari sebuah sekolah menengah atas swasta di Jakarta, program IPA. Dan pada saat saya 'fresh' lulus SMA, saya ingin sekali melanjutkan pendidikan saya di bidang medis, lebih tepatnya kedokteran. Dan entah mengapa pada saat itu saya tidak berpikir sama sekali untuk melanjutkan pendidikan di dalam negeri tercinta. Yang ada di kepala saya pada saat itu adalah : kuliah di luar negeri, ambil kerja paruh waktu, perdalam kemampuan berbahasa Inggris saya, serta ekspansi persahabatan dengan seluruh siswa yang akan saya temui nantinya. Padahal waktu itu (maaf, bukannya bermaksud menyombongkan diri) ada beberapa tawaran PMDK dan beasiswa dari universitas dalam negeri yang saya tolak secara mentah-mentah tanpa berpikir panjang! Saran saya, pikirlah dahulu sebelum menolak rezeki, karena kadang rezeki yang sama tidaklah datang dua kali.

Singkat cerita, saya mulai mencari informasi mengenai pendidikan di negeri Belanda. Mengapa Belanda, yang notabene bahasa inggris bukanlah bahasa pertamanya ? Ada beberapa alasan pribadi yang saya rasa tidaklah etis untuk saya umbar di blog ini. Tapi saya punya alasan kuat atas pilihan saya WAKTU itu. Pertama, saya sudah beberapa kali berlibur di Belanda sebelumnya dan saya adalah saksi hidup bahwa kemampuan berbahasa inggris masyarakat Belanda boleh-'lah' diacungi jempol. Kedua, Belanda terkenal sekali dengan ketersediaan banyak lapangan kerja untuk mahasiswa, atau lebih sering dikenal sebagai kerja paruh waktu. Dan pada akhirnya, saya mendapatkan tawaran untuk belajar teknik kimia (bayangkanlah betapa tidak ada hubungannya dengan minat hati saya!) di sebuah kota di Belanda. Akhirnya, pada akhir bulan Agustus 2008 tibalah saya di Belanda, negeri kecil yang terkenal akan kejunya.

Dari awal ketibaan saya di Belanda, saya sudah mempunyai 'hard feeling' yang pada saat itu sangat mengganggu aktifitas saya. Dan 'hard feelings' tersebut adalah : banyaknya penduduk Indonesia di Belanda (entah karena alasan studi, pernikahan, kerja dan sebagainya). TERLEBIH-LEBIH, dalam sebuah kelas yang akan saya 'singgahi' setiap harinya ada sebanyak 12 (!!!) siswa Indonesia dari total keseluruhan 18 siswa! Saya sempat berpikir bahwa ini tidak ada bedanya dengan studi di institusi internasional di Jakarta. =) 

Singkat cerita, atas dasar 'pembohongan diri sendiri' yang saya lakukan, saya mengundurkan diri dari institusi tempat saya belajar di Belanda. Saya harus akui bahwa keputusan tersebut merupakan salah satu keputusan yang amat sangat nekat yang pernah saya buat, mengingat bahwa 'menumpang' di negeri orang lain tidaklah jauh dari masalah imigrasi, mengingat status kewarganegaraan saya yang Indonesia (proud to be one). 

Akhirnya saya sempat kehilangan arah pada saat itu. Sampai akhirnya, saya melakukan observasi pribadi mengenai studi di UK, lebih tepatnya Wales (salah satu bagian dari Britania Raya). Mengapa UK? Alasan yang saya utarakan dengan sangat cepat pada saat itu adalah : letaknya yang dekat dengan negeri Belanda yang memudahkan saya untuk mengakses negara tersebut dengan menumpang sebuah bisa tanpa harus naik pesawat, dan saya akan dapat bonus berupa penumpangan sebuah feri yang terlibat nantinya. Observasi yang saya lakukan hanyalah sebatas melalui internet. Saya dengan jelas melihat bahwa komunitas masyarakat Indonesia di Wales tidaklah banyak dan negara bagian Welsh memiliki bahasa mereka tersendiri, yang dikenal dengan sebutan CYMRAEG atau dalam bahasa inggrisnya Welsh.  Dengan demikian, salah satu alasah mengapa saya memilih Wales sebagai lokasi studi saya adalah : sedikitnya komunitas penduduk Indonesia di sana yang membuat saya merasa lebih 'eksklusif' dan penggunaan bahasa Welsh yang membuat saya menjadi nilai lebih dalam hidup saya nantinya. Tak berhenti di situ, bagaimanakah dengan program pendidikan yang akan saya ambil? Salah satu universitas di Wales menawarkan sebuah program di bidang medis, yang lebih menspesifikasi programnya mengenai hubungan tulang belakang dan sistem tulang manusia dengan kesehatan dan kemampuan manusia itu sendiri. Dan program yang ditawarkan berdurasi 4 tahun, dan sesaat setelah mendapatkan gelar saya bisa bekerja di seluruh negara di dunia ini karena gelar yang ditawarkan diakui secara internasional!!! Jadi apabila saya berpikir mengenai kembali ke negeri tercinta dan meniti karir di sana, hal tersebut tidaklah mustahil bagi saya.
Oh iya, ada cerita mengenai penghargaan seorang dosen besar/ dosen senior atas ijazah SMA yang saya punya. Umumnya, untuk bisa diterima di program yang saya jelaskan di atas, mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan di luar UK haruslah mengikuti program 'foundation' atau lebih dikenal sebagai program persiapan terlebih dahulu. Tapi, pada saat interview dengan beliau, beliau mengakui SECARA PENUH validitas ijazah SMA Indonesia dan melihatnya dengan dua mata terbuka lebar!!! INILAH ALASAN MENGAPA SAYA TIDAK RAGU memilih institusi pendidikan saya yang sekarang ini.

Nah, institusi pendidikan sudah beres, bagaimana dengan urusan imigrasi ? Banyak yang mengabarkan saya bahwa visa 'student' UK hanyalah bisa didapat di negara di mana kewarganegaraan kita berasal, artinya saya yang pada saat itu berada di Belanda harus berpulang dulu ke tanah air untuk mendapatkan visa. Dengan modal kenekatan dan kelengkapan dokumen yang saya punya, akhirnya dengan bantuan Tuhan YME saya mendapatkan sebuah visa 'student' UK secara resmi di kedutaan besar Britania Raya di kota Amsterdam. Bahkan pengurusan visa hanyalah memakan waktu saya selama 4 hari!!! Normalnya, bisa mencapai 4 minggu!!!

Semua urusan sudah hampir beres, nah tibalah topik pada 'TUITION FEES' atau dana pendidikan. Mengingat status saya sebagai 'international student', saya harus membayar dana kuliah jauh lebih mahal daripada mahasiswa lokal. Sekali lagi, saya mendapatkan 'ringanan' sebanyak 1500 pounds atas dasar ijazah yang saya miliki!!! Alangkah luar biasa bukan!!! Berkat penghargaan dosen yang tersebut, saya bisa menghemat biaya yang bisa dikatakan cukup banyak! Akhirnya setelah pertimbangan yang memakan waktu sekian lama, di sinilah saya di Wales di UK di sebuah institusi pendidikan yang tidak kalah bagusnya dengan universitas di England meneruskan cita-cita saya.

Note : Alasan lain mengapa saya memilih studi di UK adalah akses ke berbagai 'landamark' dunia seperti Big Ben, Stonehenge, The Roman's Bath dan lain-lain. Pasti saya bisa foto-foto di sana, dan 'sedikit pamer' ke teman-teman saya yang bermimpi-mimpi berkunjung ke tempat-tempat tersebut. >o<

Key : Semua huruf yang terketik berhuruf tebal merupakan alasan mengapa saya memilih melanjutkan pendidikan saya di UK, tepatnya di Wales.